TOP

5 Cara Memperbesar Mr.P: Mana yang Terbukti Berhasil?

Apa cara memperbesar penis terbaik dan terbukti berhasil menurut ilmuwan medis? Benarkah ada pil, minyak atau alat yang bisa melakukannya?

5 Cara Memperbesar Penis: Mana yang Terbukti Berhasil?

Upaya menambah ukuran Mr.P lazimnya terbagi dua, (1) memperbesar lingkar atau ketebalannya serta (2) memanjangkannya. Maunya lelaki keduanya diraih, tetapi sebenarnya, metode yang sanggup mencapai salah satu saja layak dijuluki “Terbukti“.

Karena ini tentang anggota badan, cara logis menelisik dan menguji bagaimana sebenarnya kemampuan pil, minyak atau peralatan pembesar adalah mengkajinya dari perspektif pakar anatomi manusia, khususnya terkait organ vital.

Dan, cabang medis urologi adalah pijakan ilmiah tepat untuk mencari kebenaran informasi seputar cara memperbesar penis. Karena memang itulah fitrahnya, mempelajari segala aspek terkait sistem genital lelaki.

Pembuktian Cara Memperbesar Penis

Berdasarkan beragam tawaran produk pembesaran yang lazim dikenal di pasaran, secara umum, pilihan cara memperbesar penis dapat dikelompokkan menjadi 5, yaitu

  1. Obat-obatan (pil, kapsul, minyak, krim, dan lain-lain)
  2. Vakum pembesar
  3. Penis extender
  4. Jelqing (pemijatan)
  5. Pembedahan medis

Setiap kelompok bisa terdiri dari beberapa produk atau teknik, dan tulisan ini berupaya memberikan gambaran, manakah di antara tawaran itu yang berhasil nyata menurut bukti ilmiah, serta mana yang patut diragukan kebenarannya.

Sekelompok spesialis urologi berupaya menganalisa data terakhir terkait topik besar-membesar ini. Hasil analisa mereka yang termuat dalam Journal of Sex & Marital Therapy (2010) menyimpulkan, belum ada obat yang terbukti secara ilmiah bisa memperbesar penis![1]

Hingga kini, pencarian intensif saintis sedunia masih gagal mendapati satupun bahan ajaib yang sanggup “memontokkan” dan/atau “memulurkan” penis, untuk disematkan dalam obat, tanpa memandang cara penerapannya — oral, topikal atau lainnya.

Urolog terkemuka, dr. Sheldon Marks bahkan jauh-jauh hari sudah keras bersuara,[2]

Tiada kebenaran atau hal ilmiah di balik obat-obatan itu. Semuanya murni penipuan, yang sengaja dirancang agar orang bodoh mau membelanjakan uang mereka.

Segala obat pembesar yang bertebar di pasar pada dasarnya sekadar suplemen vitalitas pria biasa. Kandungannya cuma vitamin, mineral, ramuan herba ataupun hormon tertentu, dan seluruhnya tanpa khasiat untuk membesarkan apapun.[3] [4]

Dengan kandungan itu, pria mungkin dapat memaksimalkan ereksinya, sehingga sepintas tampak lebih besar dari biasanya. Tetapi untuk mengubah ukurannya jadi lebih besar, apalagi permanen hanya hitungan bulan, tampaknya sulit dibuktikan!

Contohnya, analisa bahan menunjukkan obat VigRX Plus, yang masif diiklankan sebagai pembesar pria, ternyata tak punya daya membesarkan penis. Dicurigai, obat sejenis pun tak jauh berbeda kemampuan aslinya.

Semenjak tahun 1917, pengaplikasian vakum penis bertujuan mengatasi disfungsi ereksi (impotensi). Pun, setelah seabad berlalu, ia tetap jadi strategi awal yang disarankan Urolog dan Androlog untuk menangani lemah syahwat dan impotensi.

Studi membuktikan, dengan alat ini pria impoten kembali memegang penuh kontrol ereksinya. Ia dapat membesarkan dan mengeraskan penisnya kapanpun diinginkan.[5]

Kesimpulan studi yang terlansir dalam British Journal of Urology (2008) itu wajib dicermati lagi tak boleh disalaharti. Vakum memang bisa memperbesar, tetapi bukan mengubah ukuran! Alat hanya membantu meraih ereksi maksimal, titik!

Nampaknya, kemampuan inilah yang membuat orang terpeleset menerjemahkannya sebagai cara memperbesar penis, dalam artian menambah ketebalan serta panjang fisiknya secara permanen.

Penelusuran ke berbagai jurnal ilmiah belum mendapati satupun riset yang mengkaji apakah vakum memang bisa mengubah lingkar penis. Mungkin karena ilmuwan terlanjur meyakini itu tak mungkin terjadi atau sekadar belum sempat saja.

Alih-alih, saintis justru mengungkap, vakum terbukti efektif memperbaiki lengkungan penis penderita penyakit Peyroine (penis bengkok),[6] serta hanya sedikit memperpanjang (0,3 cm dalam 6 bulan) ukuran pemilik mikropenis (penis pendek).[7]

Fenomena vakum pembesar ini hampir mirip kisah obat-minyak di atas. Bila vakum digunakan pria normal, tentu ereksinya kian maksimal dan seakan lebih gemuk. Padahal semua itu hanyalah ilusi, karena sejatinya, ukurannya tetap sama.. selamanya!

Hindari ilusi pembesar permanen dari vakum penis, tetapi gunakanlah untuk memerangi lemah syahwat dan Peyronie.

Ada banyak merek terlabeli pada alat sejenis, sebut saja, ProExtender®, Vimax System, Male Edge, FastSize®, Andropenis® serta berbilang lainnya. Semua mengklaim sanggup menambah ukuran, baik ketebalan (lingkar) maupun panjangnya.

Terlepas dari perbedaan merek, apakah alat jenis ini terbukti dapat melakukan kedua fungsi itu? Guna mencari kebenaran klaim itu, mari kita tengok beberapa fakta uji saintis terhadapnya.

15 lelaki berkeluhan penis pendek diminta rutin memakai alat sekurangnya 4 jam sehari selama 6 bulan. Raihan reratanya tercatat signifikan, perubahan saat flaccid (tidak ereksi) mencapai 2,5 cm, sedang semasa berereksi penuh, lebih panjang 1,7 cm.[8]

Pengujian lain berdurasi setahun, yang termuat dalam The Journal of Sexual Medicine (2009) juga mencatat penambahan panjang, dimana rerata saat flaccid naik menjadi 1,3 cm dan rerata ereksi bertambah 0,83 cm.[9]

Selain kedua studi tersebut, masih ada uji-uji ilmiah lainnya yang melaporkan hasil senada nan positif. Data-data ini menjadi penegas bahwa,

Penis extender terbukti dapat memperpanjang penis, baik sewaktu masih lembek maupun ketika berereksi penuh.

Hanya ditemukan satu riset yang menyatakan ada perubahan lingkar (diameter) melalui terapi extender. Perisetnya, Androlog Dr. Eduardo A. Gomez de Diego menyampaikan, selain kian panjang, lingkar penis pun bertambah 0,6 – 1 cm tiap bulannya.[10]

Anehnya, tak satupun pengujian lain yang menemukan fenomena penambahan lingkar atau ketebalan serupa. Kenyataan tersebut membuat presentasi kajian Dr. Eduardo masih diragukan kebenarannya di antara para saintis.

Belum cukup bukti untuk menyatakan alat extender sanggup menambah lingkar penis dan membuatnya membesar dalam arti sesungguhnya.

Pembuktian ilmiah mendapati pemakaian rutin alat sanggung menambah panjangnya. Untuk fungsi penambah ketebalan, data yang tersedia belum memadai. Dibutuhkan beberapa beberapa uji terpisah oleh pihak independen demi memastikannya.

Kendatipun berhasil, kepastian keamanannya masih dibayangi awan kelabu. Tak lain karena rasa tak nyaman yang dialami subyek selama terapi, serta ketidakjelasan efek jangka panjangnya. Singkat kata, resiko tanggung sendiri!

Ini termasuk cara pembesaran kuno yang asal usulnya belum terkonfirmasi pasti, entah dari Arab[11] atau belahan dunia lainnya. Dasar teknik jelqing adalah pijatan beraturan untuk memindahkan darah ke kepala penis.[12]

Jelqing juga sering disebut “latihan pemajangan penis”. Sebagian pihak menduga, desain alat extender sesungguhnya mengambil basis dari teknik pijat jelqing. Sepintas menilai, memang kita bisa melihat kemiripannya.

Belum ada bukti ilmiah pembukti keberhasilan metode ini, bisa atau tidaknya jelqing menambah panjang ataupun menebalkan penis sepenuhnya masih “katanya”.[13]

Terlepas ketiadaan bukti empiris dan ilmiah, terapi jelqing teratur, pada akhirnya mungkin kan memanjangkan penis seperti alat modern penirunya. Tetapi inkonsistensi traksi (tarikan) ketika memijat, membuatnya takkan seefisien dan sesukses terapi alat.

Meski tanpa statistik resmi, diperkiraan metode Jelqing cukup populer di kalangan pria. Toh, ia sepenuhnya gratis serta dikatakan hampir tanpa resiko apapun.

Jenis pembedahan medis demi merekonstruksi fisik genital pria disebut phalloplasty. Kendati semula bukan untuk urusan besar-membesar —berkat kesamaan prosedur— kini, banyak dokter bedah plastik menerapkan phallopasty untuk menambah ukuran penis sesuai permintaan pasiennya.

Upaya pemanjangan biasanya dilakukan dengan membagi suspensori ligamen penis, sedangkan teknik pembesaran dikerjakan dengan menyuntikkan jaringan lemak yang diambil dari bagian tubuh lain.[14]

Walaupun terbukti dapat menambah ketebalan (diameter) hingga 2,5 cm, serta membuatnya lebih panjang 2 cm, hasil pastinya masih tak dapat diprediksi disertai resiko komplikasi yang cukup tinggi.

Resiko pasca bedah yang tercatat antara lain, kelainan bentuk, pemendekan penis (paradoxical penile shortening), munculnya parut, pembentukan granuloma, bahan yang disuntikkan berpindah posisi, hingga disfungsi seksual.[15]

Memang beragam teknik baru ditawarkan praktisi bedah plastik demi mengurangi resiko tersebut, misalkan teknik implan milik Dr. James J. Elist [16], tetapi ini tetaplah topik kontroversial yang masih jadi perdebatan panas antar sesama praktisi urologi.

Sebagai cara membesarkan penis, phalloplasty memiliki banyak kelemahan. Mulai dari biayanya yang sangat mahal (mencapai miliaran rupiah), efek samping, hingga tak ada garansi atau jaminan pasti berhasil untuk semua klien.

Terlepas adanya kekurangan, data-data sains menunjukkan, selain penis extender,

Cara memperbesar penis melalui prosedur pembedahan medis merupakan opsi terlogis dengan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Kesimpulan

Tak sedikit pria yang tersihir janji manis iklan cara memperbesar penis tanpa mengetahui kebenaran di belakangnya. Ketidaktahuan itu menjebak mereka merogoh koceknya dalam-dalam, demi pembesaran satu dua centi di sana sini.

Segala kesimpulan berdasarkan pendapat dan data sains berikut diharapkan menjadi bahan pertimbangan sebelum individu memilih sebuah opsi.

Metode Pendapat & Data Sains
Obat-obatan Belum ditemukan obat-obatan, baik pil, kapsul, minyak, krim, lotion maupun lainnya, yang terbukti secara ilmiah dapat membesarkan penis.
Vakum pembesar Tak terbukti menambah lingkar, dan hasil pemanjangannya sangat-sangat tidak signifikan — tercatat hanya bertambah 0.3 cm setelah 6 bulan terapi rutin.
Penis extender Dapat memanjangkan rata-rata 1 cm, baik saat lembek maupun ereksi, tetapi belum cukup bukti untuk daya penambah diameternya.
Jelqing (pijatan) Selain “katanya-katanya”, sejauh ini, tidak ada studi pembukti kebenaran klaim penebal maupun pemanjangnya. Berhubung gratis dan mudah ditemukan online, siapapun boleh mencobanya.
Bedah medis Terbukti sanggup membesarkan lingkar hingga 2.5 cm dan memanjangkan sampai 2 cm, tetapi hasilnya belum pasti sama bagi semua orang. Selain resikonya masih tinggi, sekali bedah ongkosnya bisa miliaran rupiah.
Tanpa mengindahkan pembesaran macam apa yang diinginkan pria, hanya ada 2 cara memperbesar penis yang terbukti berhasil, yaitu penis extender dan pembedahan medis.

Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan.

*