TOP

Diabetes Melitus Menyebabkan Disfungsi Ereksi

Disfungsi Ereksi Masih Bisa Dicegah

Secara natural, disfungsi ereksi bisa terjadi seiring bertambahnya usia. Namun gerogotan penyakit membuatnya semuanya berjalan tak natural lagi.

Penelitian mengungkapkan, pria ber diabetes melitus (DM) berkemungkinan mengalami impotensi atau lemah syahwat 10 – 15 tahun lebih cepat ketimbang orang sehat!

Untungnya, tak ada yang sekejab di alam ini, semua butuh proses dan waktu, tak terkecuali bagi si DM. Malah sebenarnya ia butuh waktu tahunan sebelum mencetuskan salah satu masalah disfungsi ereksi (ED).

Lambatnya proses tuk sampai ke sana menyisakan pria cukup waktu untuk merawat diabetesnya demi mencegah atau menghindari disfungsi ereksi. Namun kesempatan ini sangat bergantung secepat apa diabetes terdeteksi.

Kasus berikut bisa jadi contoh positif bagaimana deteksi dini diabetes bisa mempengaruhi kehidupan seksual seorang pria.

Mr. Asnawi didiagnosa diabetes melitus tipe 2 ketika berusia 38 tahun. Saat itu kinerja seksualnya masih mumpuni karena diabetesnya terdeteksi dini, masih pada tahap awal serta belum ada komplikasi. Semua terjadi karena Mr. Asnawi rajin melakukan check-up medis setiap tahunnya.

Setelah 16 tahun berlalu, beliau ternyata masih bisa berereksi sempurna. “Sampai sekarang, saya tak punya masalah dengan libido, impotensi atau lemah syahwat.” Sambil tersenyum manis beliau melanjutkan, “Kuncinya adalah deteksi dini, perawatan dan… asuransi”.

Pengalaman beliau bukanlah keajaiban individual, karena banyak penderita DM lain yang turut menikmatinya. Tetapi, bagaimana sebenarnya cara mereka melakukannya? Temukan tips penanganannya pada tulisan Cara Mengatasi Impotensi karena Diabetes Melitus Tipe 2.

Tes darah sederhana bisa mendeteksi kemungkinan diabetes 10 tahun lebih cepat sebelum kerusakannya terlihat. Kunjungi dokter atau laborotarium terdekat sekarang juga.

Komentar Anda

Surel Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.