TOP

Obat Ejakulasi Dini Herbal: Sebuah Review Singkat

Apa saja pilihan obat ejakulasi dini herbal yang ada di pasaran saat ini? Benarkah produk tersebut sebuah obat ejakulasi dini? Sejauh mana keampuhan atau efikasinya?

Obat Ejakulasi Dini Herbal: Sebuah Review Singkat

Laiknya produk kimia sintetis, tak mudah menemukan obat ejakulasi dini herbal. Tak hanya di pasar Indonesia, sepenjuru dunia pun berlaku hal serupa. Belum lagi kebanyakan ternyata cuma obat kuat herbal yang diklaim bisa mengatasi ejakulasi dini.

Cara termudah menguji sebuah klaim adalah menelusuri data ilmiah pendukung dari sumber legal terpercaya. Tetapi ini bukanlah syarat mutlak, pun ketiadaan data ilmiah tak selalu berarti produk itu jelek atau tak layak pakai.

Keberagaman bahan herbal tradisional membuat masih sedikit yang sudah diteliti intensif oleh saintis modern, dan inipun berlaku bagi obat ejakulasi dini herbal.

Di satu sisi, hal ini terang membuat konsumen tak punya info pembanding untuk membuktikan kesahihan khasiat suatu produk, selain percaya begitu saja pada pernyataan sepihak dari agen obat atau penjualnya.

Kabar baiknya, di luar sana masih ada produk obat ejakulasi dini herbal maupun sintetis yang telah memiliki sandaran data penelitian dari pihak berkompeten, dengan raihan keberhasilan yang cukup menggembirakan.

Terlepas ada tidaknya pernyataan saintis pembukti, tulisan ini hanya berupaya memberikan secercah informasi bagi pria yang tengah berkutat mencari obat ejakulasi dini herbal.

Pilihan Produk Obat Ejakulasi Dini Herbal

Tak banyak memang pilihan obat ejakulasi dini herbal, bahkan ada produk yang terbatas beredar di negara tertentu saja. Di era nan terbuka ini, hal sedemikian tentunya tidak membatasi kami untuk mencantumkannya dalam review singkat ini.

Obat herbal yang hendak dikuliti secara ringkas di sini adalah,

  1. VigRX Plus
  2. SS Cream
  3. Foredi Gel

1. VigRX Plus

Bahan andalannya dinamai Bioperine, turunan dari piperine. Piperine sendiri sering ditemukan dalam tanaman cabe (pepper) serta lada. Selain itu masih ada beberapa unsur herba lain dalam produk yang dijual sebagai suplemen vitalitas pria ini.

Gencarnya promosi internet beberapa tahun lalu membuat sejumlah peneliti tertantang menguji bagaimana kemampuan sebenarnya, termasuk efikasinya dalam menangani ejakulasi dini.

Salah satu pengujian terhadap 43 orang penderita ejakulasi dini yang dilaksanakan selama 4 minggu oleh tim peneliti dari Tehran University of Medical Sciences mengungkap fakta bahwa,1

Pemakaian VigRX Plus bisa sedikit membantu menunda waktu ejakulasi, namun hasilnya KURANG SIGNIFIKAN.

Kekurangan itu ditunjukkan dari perubahan penundaan waktu ejakulasinya cuma berkisar setengah menit dari nilai rata-rata IELT awal. Jika semula penderita PE (Premature Ejaculation) dapat bertahan sekitar 70 detik, setelah menjalani terapi, hanya naik menjadi 102 detik.

Rendahnya signifikansi ini terang tak sebanding dengan harga yang harus dikeluarkan bila VigRX Plus digunakan sebagai obat ejakulasi dini.

Ada fakta mengkhawatirkan atas produk ini, karena di sini para pedagang agresif memasarkannya sebagai obat pembesar penis, padahal faktanya tidak demikian! Jika mengutip pernyataan dari website resminya, ia hanyalah obat kuat dan obat disfungsi ereksi.2

Selanjutnya SS cream, Foredi Gel dan Kesimpulan.

Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan.

*