TOP

Obat Ejakulasi Dini Herbal: Sebuah Review Singkat

2. SS Cream

Produk dari Korea Selatan ini berjenis topical desensitizing agents, sehingga bagian tubuh yang terpapar akan sedikit berkurang sensitivitasnya. SS Cream dinyatakan terbuat dari kombinasi 8 bahan herba tradisional China, di antaranya Korean ginseng, bufonoid venom dan kayu manis.[3]

SS cream
SS cream

Harap jangan menyamakannya dengan produk kosmetik! Penggunaan akronim SS merujuk pada nama Seoul Severance Hospital, sebuah rumah sakit tempat obat pertama kali dikembangkan.

Publikasi penelitian Department of Urology Yonsei University dalam jurnal The Korean Society for Sexual Medicine and Andrology, nun lampau di tahun 1993 menjadi pegangan awal meyakinkan atas efektivitas produk.[4]

Mereka melakukan pengujian terhadap 56 lelaki yang rata-rata hanya sanggup bertahan 2 menit. Beberapa subyek bahkan tak bisa melakukan atau menikmati persetubuhan sama sekali karena sudah keburu berejakulasi sebelum atau beberapa detik setelah penetrasi.

Setelah menjalani perawatan selama 4 minggu, waktu ejakulasi naik drastis pada kisaran 9 – 13 menit.

Peneliti juga melaporkan stabilnya tingkat kepuasan orgasme dan resiko pemakaian krim yang tak seberapa. Efek samping yang muncul cukup ringan, yakni berupa sensasi panas pada batang alat vital, dan ini mudah ditanggulangi setelah dicuci air.

Pengujian lain pada tahun 2000 juga memberikan raihan serupa, dimana nilai IELT naik dari 1.37 menit hingga mencapai rata-rata 10.92 menit setelah pemakaian SS cream. Peserta ujinya sendiri berusia 40 – 60 tahun dengan keluhan ejakulasi dini tipe primer.[5]

Sepengetahuan umum, produk ini masih belum dirilis di luar negara asalnya. Hal ini cukup disayangkan, terutama bila menilik efikasinya dalam menanggulangi ejakulasi dini.

3. Foredi Gel

Banyak yang bilang Foredi Gel termasuk obat ejakulasi dini, meski sungguh sulit menemukan data ilmiah pembuktinya. Situs BPOM RI tidak spesifik menyebutkan manfaatnya selain mengkategorikannya sebagai produk jamu (obat tradisional).[6]

Benarkah khasiat Foredi memang sedemikian hebat? Kami tak punya informasi apapun untuk menafikan atau membenarkannya.

Tetapi opini subyektif dari beberapa rekan Obat Pria yang pernah menjajalnya menyatakan sangat puas dengan hasilnya, setidaknya dalam urusan tahan lama sex.

Foredi gel
Foredi gel

Sayangnya para rekan tersebut bukanlah penderita PE, mereka cuma tak bisa tahan lama! Absennya kondisi medis PE menutup pintu kemungkinan bagi kami untuk mengulik lebih dalam lagi.

Karena secara medis, ejakulasi dini berbeda 180° dari impotensi, lemah syahwat ataupun masalah vitalitas lainnya.

Silahkan baca artikel Benarkah Anda Mencari Cara Mengatasi Ejakulasi Dini? untuk memahami maksud kami.

Untungnya jamu ini sangat aman bagi kebanyakan orang, sehingga tak ada salahnya penderita PE berikhtiar mencobanya dan menilai sendiri khasiatnya.

Kesimpulan

Di antara ketiga produk yang direview, VigRX Plus tak lebih dari sebentuk obat kuat herbal dan fakta itu sudah tak perlu diragukan lagi. Hal ini kontras dengan Foredi Gel, dimana kemampuan sejatinya masih merupakan misteri bagi kami.

Terlebih dr. Boyke, yang “konon” jadi ambassador beragam produk dari ABE Network, TAK PERNAH lugas mengatakan bahwa Foredi Gel adalah obat ejakulasi dini. Beliau hanya bilang ini adalah produk untuk menjaga kesehatan organ vital pria dan membuatnya lebih kuat tahan lama.

Praktis yang tersisa cuma SS Cream saja, namun inipun tak mudah diperoleh karena hanya dijual dalam wilayah Korea Selatan saja. Hingga kini belum ada negara lain yang mengeluarkan izin edar baginya.

Sulitnya mendapatkan SS Cream membuat kami sungguh berharap Foredi Gel bisa jadi subtitusi atau pengganti yang sepadan. Tetapi selama belum ditemukan kajian penopangnya, dari perspektif ilmiah, Foredi Gel masih obat kuat biasa.

Bila ada pembaca yang bisa menunjukkan tautan ke data penelitian yang membuktikan sebaliknya, dengan senang hati akan kami cantumkan di sini.

2 komentar untuk “Obat Ejakulasi Dini Herbal: Sebuah Review Singkat

Komentar Anda

Surel Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.