TOP

Penyakit Prostat: Gejala, Jenis, Penyebab & Pengobatan

Pertanyaan umum penyakit prostat Indonesia (FAQ). Bagaimana gejalanya? Apa saja jenis gangguan prostat? Apa penyebabnya? Dapatkah ia diobati?

Penyakit Prostat: Gejala, Jenis, Penyebab & Pengobatan

Apa itu Prostat?

Prostat adalah sebuah kelenjar yang terletak persis di bawah kandung kemih dan tugasnya memproduksi air mani, cairan pelindung sel-sel sperma. Posisinya menyelubungi sebagian uretra. Uretra merupakan saluran bagi air seni dan sperma yang berujung di kepala penis.

Ukurannya terus tumbuh seiring usia. Dua periode signifikan di mana prostat mengalami akselerasi (percepatan) pertumbuhan, yakni (1) pada masa pubertas (remaja), dan (2) semenjak memasuki usia 40 tahunan.[1]

Penyakit prostat biasanya muncul pada fase akselerasi kedua, suatu fase yang acap kali dijuluki puber kedua.

Meski tak selalu, akselerasi itu bisa menimbulkan masalah. Diprediksi, 25% pria dari seluruh populasi mungkin mengalami salah satu jenis penyakit prostat pada umur 55 tahun. Resiko gangguan melambung hingga 50% tatkala berusia 70 tahunan.[1]

Bagaimana Gejala Umum Gangguan Prostat?

Ada sejumlah pertanda awal yang dialami tatkala seseorang mengalami gangguan pada prostatnya. Perlu ditekankan, gejala-gejala ini belum tentu menandakan penyakit prostat. Sangat dianjurkan menemui Urolog atau dokter berkompeten sesegera mungkin.

Tanpa memandang perbedaan jenisnya, gejala umum gangguan prostat dapat berupa salah satu atau beberapa hal berikut.[1]

  1. Sering merasa ingin buang air kecil, dorongannya kian kuat di malam hari.
  2. Sulit buang air kecil, baik hendak memulai maupun ketika urin telah mengalir.
  3. Rasa panas terbakar maupun nyeri ketika urin mengalir keluar (disuria).
  4. Kantung kemih terasa tidak kosong sepenuhnya setelah buang air kecil.
  5. Terdapat jejak darah dalam urin (hematuria), atau darah keluar walaupun tidak buang air kecil.
Jejak darah (hematuria) mungkin disebabkan gangguan lain di luar prostat, misalkan batu ginjal. Periksakan segera urin Anda ke ahli medis.

Apa Saja Jenis Penyakit Prostat?

Terdapat 3 jenis penyakit prostat yang umum menghampiri kaum pria, (1) prostatitis, (2) pembesaran prostat jinak (benign prostatic hyperplasia – BPH), dan (3) kanker prostat.

1. Prostatitis

Prostatitis adalah kondisi medis dimana kelenjar prostat mungkin mengalami peradangan atau inflamasi.[2]

Berdasarkan penyebabnya, gangguan diklasifikasikan dalam prostatitis bakterial dan non-bakterial. Prostatitis bakterial bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia, termasuk anak-anak hingga remaja.

Gangguan yang diakibatkan infeksi bakteri (bakterial) cirinya mudah dikenali, penderita cenderung mengalami demam dan kelelahan. Dokter dapat meresepkan antibiotik untuk membunuhnya.[2] Umumnya langkah ini sudah cukup mengatasinya.

Bila hasil diagnosa tak mendeteksi keberadaan bakteri, penanganannya bakal rumit dan multi aspek. Ironisnya, prostatitis non-bakterial lah yang paling sering datang menerpa pria dewasa.

Gejala prostatitits non-bakteri berbeda antar pasien. Keluhan dapat muncul lalu menghilang begitu saja. Seorang dokter bahkan perlu membuat daftar penyebab yang dicurigainya lalu menelaahnya satu persatu ketika mendiagnosa pasiennya.[1]

Khusus untuk pengobatan prostatitis non-bakterial, penderita perlu bekerja sama dengan dokter demi menemukan metode penanganan terbaiknya. Perubahan pola makan ataupun mandi air hangat terkadang bisa sedikit membantu.

Penderita juga dapat meminta resep obat alpha-blocker yang berfungsi merelaksasi jaringan otot seputar prostat untuk meredakan keluhannya.[2]

Sejujurnya dunia medis modern belum utuh memahami penyakit prostatitis non-bakterial yang dijuluki Chronic non-bacterial prostatitis (chronic pelvic pain syndrome – CPPS) ini.[3]

2. Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

Kondisi medis benign prostatic hyperplasia (BPH) dikatakan jinak semata-mata karena pembesaran prostat yang terjadi bukan diakibatkan oleh sel-sel kanker.

Membesarnya prostat merupakan konsekuensi logis adanya pertumbuhan. Resiko BPH semakin tinggi ketika pertumbuhan mengalami akselerasi fase kedua (usia 40 tahun ke atas).

Seiring membesarnya prostat, ia kan menekan uretha, mempersempitnya, membuat urin sulit keluar.

Penyebab BPH masih menjadi misteri di antara saintis. Sejumlah penelitian mencurigai ia dipengaruhi faktor genetis, turun-temurun dari bapak ke anak. Ada pula yang mengaitkannya dengan level hormon testosteron.[3]

Tanda-tanda BPH sejalan dengan gejala umum gangguan prostat sebelumnya. Secara spesifik, gejala BPH jelas terlihat sewaktu buang air kecil seperti,[2]

  • walau sudah mengejan kuat, urin sulit keluar,
  • semprotan urin yang lemah tak bisa deras memancur,
  • hanya sedikit urin yang berhasil keluar,
  • terasa ingin buang air kecil lagi meski baru saja melakukannya,
  • tak bisa mengontrol urin sehingga terkadang merembes keluar dengan sendirinya.

Secara medis pembesaran prostat jinak bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan sepanjang urin masih bisa keluar, terlepas jumlahnya yang sedikit dan butuh perjuangan ekstra untuk mengeluarkannya.

BPH dapat menjadi masalah serius ketika urin hanya keluar beberapa tetes atau terhenti total. Kondisi ini dapat terjadi setelah meminum obat flu atau obat anti alergi.[2]

Bila penderita sama sekali tak bisa buang air kecil, bersegeralah menemui Urolog, karena dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan ginjal jika terus dibiarkan!

Opsi pengobatan BPH sepenuhnya bergantung tingkat keseriusan masalah. Tak semua pria menderita akibat pembesaran ini. Sejumlah orang bahkan tak merasakan apapun, semuanya berjalan biasa dengan keluhan ringan saja.

Teruntuk pria yang merasa benar-benar terganggu dan kesakitan tatkala didera BPH, pilihan perawatan yang ditawarkan dunia medis modern terbagi atas beberapa tahap tindakan.[3]

Obat oral (tablet)

  • Aplha-blocker.
  • Phosphodiesterase type 5 (PDE-5) inhibitor (terutama bila penderita juga mengalami disfungsi ereksi).
  • 5-alpha reductase inhibitors.

Pembedahan

  • Transurethral resection of the prostate (TURP).
  • Transurethral incision of the prostate (TUIP).
  • Open prostatectomy atau retropubic prostatectomy.

Perawatan Laser

  • Holmium laser enucleation (HoLEP).
  • Green light laser (PVP).

Pembahasan mendalam tentang efektivitas maupun efek samping pengobatan BPH akan dikupas pada artikel terpisah.

3. Kanker prostat

Kanker prostat adalah kondisi medis tatkala sel-sel dalam prostat tumbuh dan membelah secara abnormal sehingga membentuk tumor.[3]

Gangguan ini tak bisa sepenuhnya dikategorikan penyakit prostat. Ini adalah kanker yang kebetulan menyerang prostat. Sebagai suatu kondisi medis, kanker prostat butuh penanganan lintas spesialis, termasuk onkologi, andrologi dan urologi.
Sebagaimana kanker lainnya, belum ada yang tahu apa penyebab pasti gangguan ini. Ilmuwan hanya dapat mengidentifikasi faktor-faktor resiko yang dicurigai bisa jadi pemicunya, termasuk,[3]

  • riwayat anggota keluarga, ayah atau saudara laki-laki berkondisi medis serupa, termasuk kanker payudara pada kerabat wanita,
  • usia telah menginjak 50 tahun ke atas,
  • memiliki sejarah subfertilitas (ketidaksuburan yang berkepanjangan),
  • terlalu sering mengkonsumsi daging merah atau lemak hewani berprotein tinggi,
  • faktor ras, dimana ras Kaukasia beresiko lebih tinggi dibanding ras Asia.

Sel kanker biasanya tumbuh perlahan tanpa menunjukkan gejala apapun, dan hal ini sering membuat orang lalai. Beberapa gejala umum gangguan prostat yang disebutkan di atas mungkin dialami, namun tak sedikit pasien yang tak merasakan apapun.

Terkadang kanker baru terasa mengganggu setelah kerusakannya menyebar ke organ tubuh lain —dikenal dengan istilah metastasis—, seperti kandung kemih, rektum, hingga tulang.[3]

Anda yang beresiko tinggi disarankan rutin melakukan check-up. Kanker prostat —juga jenis kanker lain— yang terdeteksi pada stadium dini terbukti lebih mudah diatasi, bahkan hingga sembuh tuntas.

Pilihan pengobatan kanker prostat serupa dengan penanganan kanker lainnya. Cakupannya terbilang sangat luas sehingga akan dibahas secara terpisah.

Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan.

*