TOP

Prozac (Fluoxetine), Obat Pencegah Ejakulasi Dini?

Informasi Prozac (fluoxetine), obat antidepresan yang sanggup mencegah ejakulasi dini. Efektifkah Prozac menunda ejakulasi? Apa saja efek sampingnya?

Prozac (Fluoxetine), Obat Ejakulasi Dini?

Pertanyaan Umum (FAQ) Prozac Indonesia

Prozac (Fluoxetine) bukanlah obat kemarin sore. Eli Lilly sudah memproduksinya sejak akhir 90an. Sekadar informasi, ini adalah perusahaan sama yang juga menghasilkan obat disfungsi ereksi Cialis, jadi reputasi mereka tak usah diragukan lagi.

Paten ekslusif fluoxetine telah berakhir Agustus 2001, sehingga versi generiknya bisa dibeli dengan harga lebih murah, setidaknya di Amerika Serikat sana. Walau begitu, ia termasuk obat keras yang hanya bisa ditebus dengan resep dokter.

Nama Prozac (fluoxetine) mungkin terdengar asing di Indonesia, tetapi di manca negara, obat ini sangatlah populer. Bagi yang belum mengenalnya, semoga paparan ini cukup sepadan menjawab beragam keingintahuan Anda.

Prozac® adalah nama merek dagang (trademark) untuk fluoxetine, sejenis obat antidepresan yang menyeimbangkan senyawa kimia di otak untuk meredakan gejala gangguan psikis seperti depresi, panik, dan kegelisahan.

Hampir semua gangguan medis —terkait kondisi mental— yang diawali dengan gejala atau simptom tersebut bisa diredakannya. Karena itu, penemuan fluoxetine terbilang cukup revolusioner dalam dunia kesehatan.

Ilmu farmasi mengklasifikasikan fluoxetine ke dalam kelompok obat-obatan SRRI (selective serotonin reuptake inhibitors). Selain Prozac, di Indonesia fluoxetine juga dapat ditemukan pada merek seperti, Ansi, Antiprestin, Courage, Elizac, Kalxetin, Lodep, Nopres, Nudep, Oxipres, Zac dan Zactin.

Fungsi fundamental Prozac adalah meredakan bermacam keluhan yang berhubungan dengan kondisi psikologis. Termasuk di antaranya, gangguan obsesif-kompulsif, kelainan cara makan (bumilia nervosa), gangguan mood serta kepanikan (panic disorder).

Fondasi fungsi tersebut membuat penerapannya sangat luwes dan fleksibel. Karena itu, walaupun bukan obat khusus ejakulasi dini, Prozac terkadang jadi bagian dari resep dokter bagi penderita ejakulasi dini.

The Journal of Urology (1996) mempublikasikan hasil pengukuran sejumlah peneliti atas khasiat fluoxetine bila digunakan oleh penderita ejakulasi dini (Premature Ejaculation – PE). Dalam kesimpulannya, para peneliti menyatakan bahwa,

Fluoxetine dapat dianggap sebagai alternatif yang aman dan efektif dalam pengobatan ejakulasi dini.

Pernyataan tersebut kembali dikuatkan oleh penelitian Haensel SM dan rekan, sebagaimana yang dimuat dalam Journal of Clinical Psychopharmacology (1998). Mereka menyimpulkan “Fluoxetine efektif menunda ejakulasi penderita PE, maupun PE yang disertai disfungsi ereksi.”

Seluruh pengujian yang dilakukan setelah kedua studi itu pun menyimpulkan hal serupa. Karena efektivitas tersebut, hingga kini Prozac tetap jadi rekomendasi Urolog untuk mencegah ejakulasi dini.
Mekanisme kerja obat untuk mencegah ejakulasi dini sangat sederhana. Ketika aktif, Prozac (fluoxetine) akan menjaga tingkatan serotonin dalam sel syaraf. Serotonin adalah neurotransmitter, senyawa pembawa sinyal dari otak menuju seluruh sel-sel syaraf tubuh manusia.

Di sisi lain, seperti yang telah dipaparkan dalam tulisan kondisi medis ejakulasi dini, para pakar telah menyepakati sebuah teori penyebab ejakulasi dini yang menyatakan, tingginya kadar serotonin diduga sanggup memperlama durasi hubungan seks.

Logikanya, bila Prozac mampu menjaga level hormon serotonin, maka ia juga bisa digunakan untuk mencegah ejakulasi dini.

Sejauh ini, fakta di lapangan tetap sejalan dengan teori logis ini. Lagipula, hasil penelitian tentang efektivitasnya pada penderita PE yang telah disampaikan di atas, merupakan bukti ilmiah yang belum terbantahkan sampai sekarang.

Walaupun efektif, efek pemakaiannya terbilang cukup banyak. Namun tak perlu khawatir dulu karena efek sampingnya terbagi dalam beberapa level probabilitas. Level tertinggi adalah yang paling mungkin terjadi, sedang terendah sangat jarang terjadi.

Di bawah ini merupakan sejumlah efek samping yang berhasil teridentifikasi sejauh ini. Bila ada keluhan lain yang belum tercatat, segera sampaikan pada dokter Anda.

  • Sering Terjadi.
    Gatal-gatal atau ruam kulit, tak bisa duduk diam atau beristirahat dengan tenang.
  • Agak Sering Terjadi.
    Menggigil atau demam serta nyeri pada sendi ataupun otot.
  • Jarang Terjadi.
    Rasa gelisah, keringat dingin, kebingungan, kejang, diare, sulit berkonstrasi, mengantuk, mulut kering, merasa sangat haus dan lapar, denyut jantung cepat atau tak teratur, sakit kepala, lemas tak bertenaga atau kelelahan, limbung, berbicara atau tertawa tanpa disadari, serta agak sulit bernapas.
  • Sangat Jarang Terjadi.
    Gangguan peredaran darah otak, disfungsi seksual (disfungsi ereksi), berperilaku kasar serta kecenderungan melakukan bunuh diri.

Hampir seluruh efek samping berkategori “sering” dan “agak sering terjadi” tak perlu terlalu dirisaukan, karena biasanya reda setelah efek obat habis. Ada juga yang akan menghilang dan tak muncul lagi setelah tubuh terbiasa dengan reaksinya.

Apabila muncul efek samping yang termasuk kategori “jarang”, terlebih untuk yang “sangat jarang terjadi”, bersegeralah mendapatkan pertolongan medis.

3 komentar untuk “Prozac (Fluoxetine), Obat Ejakulasi Dini?

Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan.

*