TOP

Sakit Ginjal, Bolehkah Minum Obat Disfungsi Ereksi?

Bolehkah pasien sakit ginjal minum obat disfungsi ereksi (ED)? Apakah aman? Bagaimana pengaruh Viagra dan Cialis terhadap sakit ginjal?

Sakit Ginjal, Bolehkah Minum Obat Disfungsi Ereksi?

Disfungsi Ereksi, Gejala Awal Sakit Ginjal

Terdapat empat jenis masalah ginjal yang umum mendera manusia dewasa yakni, gagal ginjal kronis (chronic kidney disease – CKD), batu ginjal, penurunan fungsi ginjal (acute kidney injury – AKI), serta hematuria.

Selain itu, ada pula jenis nephrotic syndrome. Cuma yang satu ini jarang terjadi pada pria dewasa, sehingga untuk sementara dikesampingkan dulu pada tulisan ini.

Memasuki ranah seks, setiap jenis gangguan, dari CKD hingga AKI, memiliki karakteristik simptom/gejala yang tak jauh berbeda, sehingga mudah menemukan benang merah sebagai penghubung keempat jenis itu.

Benang merah itu berupa kesamaan keluhan, yaitu, rasa lelah berlebih, rendahnya gairah seks serta disfungsi ereksi. Ketiganya saling berkait dan terkadang memperburuk psikologis penderita.

Sakit Ginjal vs Obat Disfungsi Ereksi

Keluhan disfungsi ereksi seperti impotensi atau lemah syawat, sudah terbukti bisa diatasi sementara, bahkan disembuhkan permanen dengan obat disfungsi ereksi seperti Viagra (sildenafil), Cialis (tadalafil) maupun lainnya.

Masalahnya, apakah obat-obatan ini cukup aman? Jangan-jangan nanti malah memperparah kondisi ginjal!

Menjawab pertanyaan “Apakah Viagra atau Cialis boleh diminum pasien ginjal?”, Urolog Dr. George Klauber singkat menyatakan, “Boleh saja, asal dalam dosis rendah. Namun sebaiknya konsultasikan dulu dengan neprologis Anda.”

Pilihlah varian dosis rendah, seperti Viagra 25 mg atau Cialis 5 mg sebagai basisnya. Mungkin dosis ini belum menghasilkan ereksi pada pemakaian pertama, namun disarankan mencoba 6 sampai 8 kali minum sebelum berganti obat.

Pasien sakit ginjal boleh minum obat disfungsi ereksi dosis rendah, untuk menangani impotensi atau lemah syahwatnya.

Pernyataan diatas telah disepakati oleh seluruh Urolog dimanapun berada. Jadi siapapun dokternya, apapun jenis gangguan ginjalnya, jawabannya tak jauh berbeda, dengan pengecualian pada boks peringatan di bawah.

Peringatan! Bila Anda didiagnosa gagal ginjal kronis (CKD) stadium akhir dan harus menjalani hemodialisis (cuci darah), Anda dilarang keras mengkonsumsi obat-obatan disfungsi ereksi!

Efek Samping Obat ED bagi Pasien Sakit Ginjal

Tidak ada efek samping khusus bagi pasien sakit ginjal, selain yang sudah umum dialami pengguna obat ED seperti pusing, sakit kepala, flushing, atau nyeri punggung.

Perlu diketahui, penurunan fungsi ginjal dapat memperlambat ekskresi bahan obat. Ini artinya residunya mengendap dalam tubuh pengguna lebih lama dari seharusnya.

Kabar baiknya, hingga kini belum ditemukan satupun pengaruh negatif dari perlambatan ekskresi ini.

Misalkan saja Cialis yang normalnya butuh 2 – 3 hari melewati sistem pembuangan, melambat hingga 4 – 6 hari. Sedangkan Viagra yang perlu 22 -24 jam melewati proses ekskresi, kemungkinan mundur 1 – 2 hari lebih lambat.

Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan.

*