TOP

Viagra Bukan Sekadar Obat Kuat

Berbilang penelitian terkini berhasil menguak kemampuan tersembunyi pil "ereksi" ini. Fakta ilmiah yang kian menegaskan bahwa Viagra bukan sekadar obat kuat semata.

Viagra Bukan Sekadar Obat Kuat

Dari perspektif semantiknya, kata-kata “Viagra” identik dengan urusan disfungsi ereksi dan daya tahan seks. Pemberian nama yang terdengar maskulin demi mengejar kesan “kuat”, tak pelak kian menegaskan identitasnya sebagai penunjang vitalitas pria.

Hadirnya kandungan bahan “ajaib” (sildenafil) membuat khasiat viagra bukan sekadar obat kuat semata. Paling kentara adalah khasiatnya terhadap jantung. Apalagi —seperti dinyatakan sendiri oleh penelitinya— sildenafil awalnya memang dikembangkan untuk mengobati jantung.

Manfaat Lain Viagra

Selain untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi pria, pil berwarna biru cerah ini memiliki beberapa manfaat medis bagi kesehatan serta produktivitas fisik.

Perlu kami ingatkan, hampir semua manfaat berikut masih harus diuji atau diteliti intensif demi keamanan pemakaian nantinya.

1. Viagra untuk Wanita

Banyak wanita kehilangan gairah seksualnya saat memasuki masa-masa premenopause. Disfungsi seksual pun dialami oleh wanita penderita diabetes atau cedera tulang belakang.

Pemanfaatan Viagra sebagai semacam obat perangsang ataupun antidepresan sudah lama didengungkan, bahkan telah terbukti mampu merangsang gairah dan meningkatkan probabilitas orgasme wanita ketika berhubungan seks.

Regulator makanan dan obat USA (FDA) diharapkan akan menyetujui usulan produk “Viagra khusus wanita” pada Agustus 2015. Tentunya akan ada masa pengujian manusia terlebih dahulu sebelum obatnya dipasarkan massal.

Sebuah good news bagi kaum wanita yang menderita disfungsi seksual. Namun bila sudah tak sabar, sejumlah obat perangsang wanita asal China pun bisa memberikan efek serupa.

2. Pereda Acrophobia (Fobia Ketinggian)

Mau ikut naik gunung atau panjat tebing tapi apa daya punya fobia tempat tinggi? Viagra bisa jadi penyelamatnya. Dalam keadaan normal maupun darurat, obat ini bisa digunakan untuk mengatasi rasa takut akan ketinggian.

Walau masih dalam tahap penelitian, tak dinyana sudah banyak pengidap acrophobia yang telah menggunakan resep Viagra dosis rendah untuk meredakan rasa takutnya.

3. Pengobatan Gagal Jantung

Seperti telah dinyatakan di atas, alih-alih dibuat untuk gangguan jantung, produk justru dijual sebagai obat disfungsi ereksi, lho kok bisa? Jawabannya terletak pada mekanisme kerjanya.

Secara sederhana mekanismenya diawali dari sildenafil yang membantu menormalkan kerja jantung memompa darah. Dia juga melebarkan pembuluh arteri demi memperlancar peredaran darah. Ereksi yang muncul sejatinya hanya “efek samping” dari kelancaran semburan darah tadi.

Secara teoritis, mekanisme ini bisa saja digunakan untuk menangani kondisi gagal jantung pada kaum pria. Walau masih terus diteliti, di masa mendatang sildenafil bisa jadi kandidat pengobatan yang cukup prospektif.

Semoga kini para saintis Pfizer bisa menyelesaikan pekerjaan rumah mereka yang tertunda.

Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan.

*