TOP

Obat Kuat, Alkohol & Disfungsi Ereksi

Amankah obat kuat diminum bersama alkohol? Terganggukah kinerjanya? Apa efeknya bagi tubuh? Apakah minuman keras menyebabkan disfungsi ereksi?

Obat Kuat, Alkohol & Disfungsi Ereksi

Alkohol bukanlah barang asing bagi kehidupan manusia. Pengaplikasiannya mudah ditemukan dimana-mana. Sebut saja parfum, pasta gigi, pembersih ruangan, bahkan pada madu pun ada kandungan alkoholnya.

Tapi kita tidak berbicara tentang tipe alkohol semacam itu. Tipe yang dimaksud di sini yakni minuman alkohol yang memiliki unsur etanol. Etanol inilah yang memabukkan dan membuatnya disebut “minuman keras”.

Obat Kuat & Minuman Keras

Bagi sebagian orang, mengkonsumsi minuman beralkohol (etanol) bukan dimaksudkan untuk mabuk-mabukan. Motifnya mungkin gaya hidup, sekadar mencari penghangat maupun alasan lainnya. Pasangan pun terkadang minum bersama sebelum mulai bercinta.

Merespon motif ini, saintis berupaya menseriusi efek interaksi (pencampuran) alkohol dengan obat kuat dan obat disfungsi ereksi, demi memastikan keamanannya. Riset terhadap Viagra, Levitra dan Cialis memberikan sederet simpulan yang nyaris seragam.

  1. Penderita disfungsi ereksi (ED) yang mengkonsumsi minuman keras masih bisa meraih ereksi.
  2. Kinerja obat tak terpengaruh oleh alkohol (etanol). Tak masalah diminum sebelum, sesudah atau bebarengan, khasiatnya tetap keluar maksimal.
  3. Kombinasi obat dengan minuman keras membuat tekanan darah kian turun. Efeknya berupa pusing ringan, sakit kepala, jantung berdebar hingga pingsan.
Hasil studi hanya berlaku bagi Anda yang minum alkohol (etanol) dalam kadar rendah (1 – 2 cangkir). Resiko terparah bila kebanyakan minuman keras adalah stroke atau serangan jantung.

Riset ini terbatas pada ketiga produk yang disebutkan, padahal di luar sana banyak obat kuat bertebaran bebas, bagaimana dengan mereka?

Komentar Anda

Surel Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.